Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Evaluasi Pembelajaran


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Evaluasi Pembelajaran


Faktor Faktor yang mempengaruhi Evaluasi Pembelajaran adalah salah satu artikel dari paket postingan “Evaluasi Pembelajaran”. Isi di dalamnya, hanyalah sebagai pengantar ilmu pengetahun, jadi kami sangat merekomendasikan untuk membaca sumber sumber lain yang masih terkait.

Paket postingan ini terdiri atas berbagai macam artikel, di antaranya :



Faktor Faktor yang Mempengaruhi 
Evaluasi Pembelajaran


1. FAKTOR INTERNAL

a. Tingkat Pendidikan

Sesuai dengan undang-undang RI No 14 tahun 2005 tentang guru/dosen pasal 8 ditentukan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Tingkat pendidikan guru dijadikan sebagai ukuran untuk meni;ai tingkat profesionalitas, sesuai dengan ketentuan dalam undang0undang guru dan dosen.

b. Tingkat Kesejahteraan Guru

Komitmen pemerintah baik pusat maupun daerah terhadap penyelenggaraan pendidikan juga sangat diperlukan. Dukungan tersebut baik dari segi peningkatan anggaran dana pendidikan, maupun komitmen dalam melaksanakan berbagai pembaharuan dalam bidang pendidikan. Pemerintah diharapkan menghargai kompetensi guru misalnya melalui pemberian tunjangan, namun diharapkan pemberian tunjangan harus didasrkan pada hasil uji kompetensi guru.

2. FAKTOR EKSTERNAL

a. Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Dalam pelaksanaan pendidikan faktor sarana dan prasarana merupakan faktor yang tidaj kalah pentingnya. Kelengkapan sarana dan prasarana dapat menunjang peningkatan mutu pendidikan. Ahar guru dapat melaksanakan proses pembelajaran secara efektif maka hendaknya ada ketersediaan sarana dan prasarana dan media pembelajaran yang menunjang.

b. Kepemimpinan kepala sekolah

Kepemimpinan kepala sekolah memiliki andil cukup besar dalam mendorong dan meningkatkan kompetensi guru mengembangkan teknik evaluasi. Kepala sekolah hendaknya menunjukan rasa tanggung jawab bersama dan selalu memberikan keteladanan dalam melaksanakan tugas.



Tujuan Evaluasi Pembelajaran, Guru Wajib Tahu


Tujuan Evaluasi Pembelajaran, Guru Wajib Tahu


Tujuan Evaluasi Pembelajaran adalah salah satu artikel dari paket postingan “Evaluasi Pembelajaran”. Isi di dalamnya, hanyalah sebagai pengantar ilmu pengetahun, jadi kami sangat merekomendasikan untuk membaca sumber sumber lain yang masih terkait.

Paket postingan ini terdiri atas berbagai macam artikel, di antaranya :



Tujuan Evaluasi Pembelajaran Menurut Para Ahli

MUHIBBIN SYAH
Tujuan Evaluasi Yaitu:
1) mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai dalam suatu kurun waktu proses belajar tertentu.
2) mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam kelompok kelasnya.
3) mengetahuai tingkat usaha yang dilakukan siswa dalam belajar.
4) mengetahui hingga sejauh mana siswa telah mendayagunakan kapasitas kognitifnya (kemampuan kecerdasan yang dimilikinya) untuk keperluan belajar, dan
5) mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode mengajar yang telah digunakan guru dalam proses belajar mengajar.

GILBERT SAX
Tujuan Evaluasi dan pengukuran adalah untuk Seleksi, penempatan, diagnosis dan remediasi, umpan balik: penafsiran acuran-norma dan acuan-patokan, motivasi dan bimbingan belajar, perbaikan program dan kurikulum; evaluasi formatif dan sumatif serta pengembangan teori.

KELLOUGH DAN KELLOUGH
Tujuan Penilaian Adalah untuk membantu belajar siswa, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa, menilai efektivitas strategi pembelajaran, menilai dan meningkatkan efektivitas program kurikulum, menilai dan meningkatkan efektivitas pembelajaran, menyediakan data yang membantu dalam membuat keputusan, komunikasi dan melibatkan orang tua siswa.

SUHARSIMI ARIKUNTO DAN CEPI SAFRUDIN
Penilaian dilakukan bertujuan: 1) merangsang aktivitas siswa; 2) menemukan penyebab kemajuan atau kegagalan pembelajaran; 3) memberi bimbingan yang sesuai; 4) memberi laporan tentang kemajuan siswa kepada orangtua dan lembaga pendidikan terkait; dan 5) sebagai feed back. Sebuah program bukan hanya kegiatan tunggal, melainkan kegiatan yang berkesinambungan karena melaksanakan suatu kebijakan.

Secara Umum Evaluasi pembelajaran bertujuan untuk:

a. Memperoleh data pembuktian yang akan menjadi petunjuk samapai dimana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan-tujuan kurikuler setelah menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

b. Mengukur dan menilai sampai dimanakah efektifitas mengajar dan metode-metode mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik, serta kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh siswa.

Adapun yang menjadi tujuan khusus dari kegiatan evaluasi dalam bidang pendidikan adalah:

a. untuk meransang kegiatan siswa dalam menentukan faktor-faktor program pendidikan.

b. Untuk mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan siswa dalam mengikuti program pendidikan, sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara–cara perbaikan

Kumpulan Teknik Evaluasi Pembelajaran, Guru Wajib Tahu



Kumpulan Teknik Evaluasi Pembelajaran, Guru Wajib Tahu

Teknik Evaluasi Pembelajaran adalah salah satu artikel dari paket postingan “Evaluasi Pembelajaran”. Isi di dalamnya, hanyalah sebagai pengantar ilmu pengetahun, jadi kami sangat merekomendasikan untuk membaca sumber sumber lain yang masih terkait.

Paket postingan ini terdiri atas berbagai macam artikel, di antaranya :



Teknik Evaluasi Pembelajaran Menurut Para Ahli

Teknik Evaluasi Pembelajaran dapat digolongkan menjadi dua macam, antara lain:

A. TEKNIK TES

Tes merupakan suatu alat pengumpul informasi tetapi jika dibandingkan dengan alat-alat yang lain, tes lebih bersifat resmi karena penuh dengan batasan-batasan.

Ditinjau dari segi kegunaan untuk mengukur peserta didik tes dapat dibedakan menjadi tiga macam antara lain:

1) Tes Diagnostik

Tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan siswa sehingga berdasarkan kelemahankelemahan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat.

2) Tes Formatif

Dari kata “form” yang merupakan kata dasar dari istilah “formatif” maka evaluasi formatif dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah terbentuk setelah mengikuti suatu program tertentu.

3) Tes Sumatif

Tes sumatif dilaksanakan setelah berakhirnya pemberian sekelompok program atau sebuah program yang lebih besar.

B. TEKNIK NON TES

Ada beberapa teknik non tes dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran yaitu:

1) Skala Bertingkat (Rating Scale)

Skala menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap suatu hasil pertimbangan

2) Kuesioner (Questionaire)

Kuesioner juga sering dikenal dengan angket. Pada dasarnya kuesioner adalah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diuukur (responden).

3) Daftar Cocok (Check List)

Daftar cocok adalah deretan pertanyaan (yang baisanya singkat-singkat), dimana responden yang dievaluasi tinggal mebubuhkan tanda (√) di tempat yang sudah disediakan.

4) Wawancara (Interview)

Wawancara adalah suatu cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan Tanya jawab sepihak. Dikatakan sepihak karena dalam wawancara ini responden tidak diberi kesempatan sama sekali untuk mengajukan pertanyaan. Dan pertanyaan hanya diajukan oleh subjek evaluasi.

5) Pengamatan (Observation)

Pengamatan atau observasi adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis.

6) Riwayat Hidup

Riwayat hidup adalah gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam kehidupannya. Dengan mempelajari riwayat hidup, maka subjek evalausi akan dapat menarik kesimpulan tentang kepribadian, kebiasaan dan sikap dari objek yang dimulai

Langkah Langkah Evaluasi Pembelajaran, Guru Wajib Tahu


Langkah Langkah Evaluasi Pembelajaran, Guru Wajib Tahu


Langkah Evaluasi Pembelajaran adalah salah satu artikel dari paket postingan “Evaluasi Pembelajaran”. Isi di dalamnya, hanyalah sebagai pengantar ilmu pengetahun, jadi kami sangat merekomendasikan untuk membaca sumber sumber lain yang masih terkait.

Paket postingan ini terdiri atas berbagai macam artikel, di antaranya :


Langkah Langkah Evaluasi Pembelajaran

1) Menyusun rencana evaluasi hasil belajar

a) Merumuskan tujuan dilaksanakannya evaluasi. Perumusan tujuan evaluasi hasil belajar itu penting sekali, sebab tanpa tujuan yang jelas maka evaluasi hasil belajar akan berjalan tanpa arah dan pada gilirannya dapat mengakibatkan evaluasi menjadi kehilangan arti dan fungsinya.

b) Menetapkan spek-aspek yang akan dievaluasi misalnya apakah aspek kognitif, aspek afektif, atau aspek psikomotorik.

c) Memilih dan menentukan teknik yang akan dipergunakan didalam pelaksanaan evaluasi, misalnya apakah evaluasi itu akan dilaksanakan dengan teknis tes ataukah non tes.

d) Menyusun alat-alat pengukuran yang akan dipergunakan dalam pengukuran dan penilaian hasil belajar siswa, seperti butir-butir soal tes hasil belajar.

e) Menentukan tolak ukur, norma atau kriteria yang akan dijadikan pegangan atau patokan dalam memberikan interprestasi terhadap data hasil evaluasi.

f) Menentukan frekuensi dari kegiatan evaluasi hasil belajar itu sendiri.

2) Menghimpun Data

Wujud nyata dari kegiatan menghimpun data adalah melaksanakan pengukuran, misalnya dengan menyelenggarakan tes hasil belajar atau melakukan pengamatan, wawancara atau angket dengan menggunakan instrument-instrumen tertentu berupa rating scale, check list, interview guide atau questionnaire.


3) Melakukan verifikasi data

Data yang telah berhasil dihimpun harus disaring lebih dahulu sebelum diolah lebih lanjut. Prooses penyaringan itu dikenal dengan istilah penelitian data atau verifikasi data. Verifikasi data dimaksudkan untuk dapat memisahkan data yang baik dari data yang kurang baik.

4) Mengolah dan menganalisis data

Mengolah dan menganalisis hasil evaluasi dilakukan dengan maksud untuk memberikan makna terhadap data yang telah berhasil dihimpundalam kegiatan evaluasi. Untuk keperluan itu makan data hasil evaluasi perlu disusun dan diatur sedemikian rupa sehingga dapat berbicara. Dalam mengolah dan menganalisis data hasil evaluasi itu dapat dipergunakan teknik statistik dan /atau teknik non statistik, ctergantung kepada jenis data yang akan diolah dan dianalisis. Dengan analisis statistic misalnya, penyusunan atau pengaturan dan penyajian data lewat tabel-tabel, grafik atau diagram, perhitungan-perhitungan rata-rata, standar defiasi, pengukuran korelasi, uji beda mean atau uji beda frekuensi, dan sebagainya akan dapat menghasilkan informasi-informasi yang lebih lengkap dana mat berharga.

5) Memberikan interprestasi dan menarik kesimpulan

Penafsiran atau interpretasi terhadap data hasil evaluasi belajar pada hakikatnya adalah merupakan verbalisasi dari makna yang terkandung dalam data yang telah mengalami pengolahan dan penganalisisan. Atas dasar interpretasi terhadap data hasil evaluasi pada akhirnya dapat dikemukan kesimpulan-kesimpulan tertentu. Kesimpulan-kesimpulan hasil evaluasi itu sudah tentu harus mengacu kepada tujuan dilakukannya evaluasi itu sendiri.

6) Tindak lanjut hasil evaluasi

Bertitik tolak dari data hasil evaluasi yang telah disusun, diatur, diolah, dianalisis, dan disimpulkan sehingga dapat diketahui apa makna yang terkandung didalamnya maka pada akhirnya evaluator akan dapat mengambil keputusan atau merumuskan kebijakan-kebijakan yang dipandang perlu sebagai tindak lanjut dari kegiatan evaluasi tersebut. Harus senantiasa diingat bahwa setiap kegiatan evaluasi menuntut tindak lanjut yang konkret.

Prinsip Evaluasi Pembelajaran Menurut Para Ahli


Prinsip Evaluasi Pembelajaran Menurut Para Ahli


Prinsip Evaluasi Pembelajaran adalah salah satu artikel dari paket postingan “Evaluasi Pembelajaran”. Isi di dalamnya, hanyalah sebagai pengantar ilmu pengetahun, jadi kami sangat merekomendasikan untuk membaca sumber sumber lain yang masih terkait.

Paket postingan ini terdiri atas berbagai macam artikel, di antaranya :


Prinsip Evaluasi Pembelajaran Menurut Para Ahli

SUDIJONO

A. PRINSIP KESELURUHAN

Prinsip keseluruhan atau prinsip menyeluruh juga dikenal dengan istilah prinsip komprehensif (comprehensive).Dengan prinsip komprehensif dimaksud disini bahwa evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila evaluasi tersebut dilaksanakan secara bulat, utuh, atau menyeluruh. Dengan kata lain, evaluasi hasil belajar harus dapat mencakup berbagai aspek yang dapat menggambarkan perkembangan atau perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri peserta didik sebagai makhluk hidup.

B. PRINSIP KESINAMBUNGAN

Prinsip kesinambungan juga dikenal dengan istilah prinsip kontinuitas (continuity).Dengan prinsip kesinambungan dimaksud disini bahwa evaluasi hasil belajar yang baik adalah evaluasi hasil belajar yang dilaksanakan secara teratur dan sambung-menyambung dari waktu ke waktu.

C. PRINSIP OBYEKTIVITAS

Prinsip obyektivitas (objectivity) mengandung makna, bahwa evaluasi hasil belajar dapat dinyatakan sebagai evaluasi yang baik apabila dapat terlepas dari faktor-faktor yang bersifat subjektif.


DEPDIKNAS

PRINSIP EVALUASI PEMBELAJARAN TERPADU SEBAGAI BERIKUT:

a. Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengevaluasi diri di samping bentuk evaluasi lainnya.

b. Guru perlu mengajak para siswa untuk mengevaluasi perolehan belajar yang telah dicapai berdasarkan kriteria keberhasilan pencapaian tujuan yang akan dicapai.