Hasil Penelitian Terbaru : Akses Teknologi Terbaru pada Siswa Menurunkan Motivasi Akademik


Penelitian Pendidikan


Anda mungkin sudah terlalu sering melihat dan membaca informasi tentang teknologi di ruang ruang kelas yang sangat canggih.

Tapi, tahukah jika ada penelitian yang menyebutkan, bahwa teknologi pendidikan yang terus berkembang secara cepat yang diterapkan dalam sekolah membuat motivasi akademik siswa turun?

Jelas ini sangat berlawanan dengan apa yang ada dalam pikiran kita selama ini. Yang menduga bahwa teknologi membuat siswa semakin bersemangat dalam menjalani proses pendidikan di sekolah.

Penelitian tentang hal di atas, dilakukan oleh Annahita Ball, seorang asisten professor dari Buffalo School of Social Work.

Hasil penelitian terbaru Ball menyebutkan, adanya penurunan motivasi akademik bagi siswa yang berpartisipasi dalam intervensi berbasis teknologi.

Penelitian Ball meliputi; sikap siswa terhadap sekolah, bagaimana mereka menanggapi tantangan belajar, kepercayaan diri mereka tentang mengelola tugas dan apakah mereka bekerja keras dan berusaha yang terbaik semuanya adalah bagian dari motivasi akademis - atau sejauh mana seorang siswa peduli dengan sekolah.

Dari hasil penelitiannnya, Annahita Ball tidak merekomendasikan sekolah atau guru untuk anti-teknologi pendidikan.

Tetapi penelitian Ball menekankan bahwa dengan atau tanpa teknologi, sekolah harus mengkondiskan hal hal interpersonal hidup dalam lembaga pendidikan.

Penelitian Ball ini dipublikasikan dalam the journal Children & Schools.

Read More

Pengertian Iklim Kelas Menurut Para Ahli : Definisi, Jenis, Faktor, Tujuan dan Ciri Ciri Iklim Kelas Kondusif (Baik)


Pengertian Iklim Kelas Menurut Para Ahli : Definisi, Jenis, Faktor, Tujuan   dan Ciri Ciri Iklim Kelas Kondusif (Baik)



BLOOM
IKLIM KELAS ADALAH segala seuatu yang pengaruh, kondisi, dan rangsangan dari luar yang meliputi pengaruh fisik, sosial dan intelektual yang mempengaruhi peserta didik.

HOY DAN FORSYTH
IKLIM KELAS ADALAH organisasi sosial yang informal dan aktivitas guru yang secara spontan mempengaruhi tingkah laku.

HOY DAN MISKELL
IKLIM KELAS ADALAH kualitas dari lingkungan kelas yang terus menerus dialami guru-guru, mempengaruhi tingkah laku, dan berdasar pada persepsi kolektif tingkah laku mereka

MOOSES
IKLIM KELAS seperti halnya manusia, ada yang sangat berorientasi pada tugas, demokrasi, formal , terbuka, atau tertutup.

TARMIDI
IKLIM KELAS ADALAH segala situasi yang muncul akibat hubungan antara guru dan peserta didik atau hubungan antara peserta didik yang menjadi ciri khusus dari kelas dan mempengaruhi proses belajar mengajar.

JENIS-JENIS IKLIM KELAS (BERDASAR SIKAP GURU)

IKLIM KELAS DENGAN SIKAP GURU YANG “OTORITER”
Suasana kelas dengan sikap guru yang otoriter, terjadi bila guru menggunakan kekuasaan atau kewenangannya untuk mencapai tujuannya tanpa lebih jauh mempertimbangkan akibatnya bagi anak, khususnya bagi perkembangan pribadinya. Dengan hukuman dan ancaman anak dipaksa untuk menguasai bahan pelajaran yang dianggap perlu untuk ujian dan masa depannya. Memang upaya guru tersebut menjadikan suasana kelas tenang, akan tetapi suasana hati peserta didik menjadi tidak tenang karena berada di bawah tekanan guru yang otoriter.

IKLIM KELAS DENGAN SIKAP GURU YANG “PERMISIF”
Suasana kelas dengan sikap guru yang permisif ditandai dengan membiarkan anak berkembang dalam kebebasan tanpa banyak tekanan frustasi, larangan, perintah, atau paksaan. Pelajaran selalu dibuat menyenangkan. Guru tidak menonjolkan dirinya dan berada di belakang untuk memberi bantuan bila dibutuhkan. Sikap ini mengutamakan perkembangan pribadi anak khususnya dalam aspek emosional, agar anak bebas dari kegoncangan jiwa dan menjadi anak yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

IKLIM KELAS DENGAN SIKAP GURU YANG “RIIL”
Suasana kelas dengan sikap guru yang riil ditandai dengan adanya kebebasan anak yang disertai dengan pengendalian terhadapnya. Anakanak diberi kesempatan yang cukup untuk bermain bebas belajar sesuai dengan tipe belajarnya serta minatnya tanpa diawasi atau diatur dengan ketat. Dilain pihak anak diberi tugas sesuai petunjuk dan pengawasan guru.

JENIS-JENIS IKLIM KELAS (YANG DIHADAPI SISWA)

SUASANA KELAS AUTOKRASI
Dalam suasan autokasi ini guru lebih banyak menerapkan persaingan, hukuman dan ancaman untuk mengawasi perilaku peserta didik selama mengikuti kegiatan belajar-mengajar di kelas. Dominan guru pada kelas autokrasi ini sangatlah menonjol sehingga jalannya kegiatan belajar-mengajar cenderung berpusat pada guru (teacher oriented)

SUASANA KELAS LAISSEZ-FAIRE
Pada suasana keals ini guru sangat sedikit bahkan sama sekali tidak memperlihatkan kegiatannya atau kepemimpinannya serta banyak memberikan kebebasan kepada peserta didiknya. Guru melepasan tanggung jawab kepada masing-masing peserat didiknya untuk melakukan tugas belajarnya. Dalam suasana kelas ini kegiatan belajarmengajar lebih didominasi oleh peserta didik (student oriented)

SUASANA KELAS DEMOKRATIS
Dalam suasana kelas demokratis ini guru memperlakukan peserta didiknya sebagai individu yang dapat bertanggung jawab, berharga, mampu mengambil keputusan, dan dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Manfaat yang dapat diperoleh dari suasana kelas yang demokratis ini adalah tumbuhnya rasa percaya diri, saling menerima dan percaya satu sama lain, baik antara guru dengan peserta didik maupun antar peserta didik. Guru membimbing mengembankan, dan membagi tanggung jawab untuk semua warga kelas termaksud guru itu sendiri.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IKLIM KELAS

  • Pendekatan pembelajaran hendaknya berorientasi pada bagaimana siswa belajar (student centered);
  • Adanya penghargaan guru terhadap partisipasi aktif siswa dalam setiap konteks pembelajaran.
  • Guru hendaknya bersikap demokratis dalam memanag kegiatan pembelajaran.
  • Setiap permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran sebaiknya dibahas secara dialogis.
  • Lingkungan kelas sebaiknya disetting sedemikian rupa sehingga memotivasi belajar siswa dan mendorong terjadinya proses pembelajaran.
  • Menyediakan berbagai jenis sumber belajar atau informasi yang berkaitan dengan berbagai sumber belajar yang dapat diakses atau dipelajari siswa dengan cepat

TUJUAN PENCIPTAAN IKLIM KELAS KONDUSIF

  • Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin.
  • Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar.
  • Menyediakan dan mengatur fasilitas perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas.

CIRI CIRI IKLIM KELAS KONDUSIF
  • Membangun kedisiplinan siswa di dalam kelas
  • Menciptakan hubungan positif antara guru dan siswa di dalam kelas
  • Mengkreasi hubungan positif antara siswa di dalam kelas
  • Membangun dinamika kelompok di dalam kelas
  • Bekerja sama dengan orang tua siswa
  • Menggunakan metodelogi pembelajaran
  • Memotivasi dan menumbuhkan gairah belajar
  • Mengoptimalkan aktivitas belajar mengajar
  • Siswa mendapat perlakuan adil, semuanya mendapatkan kesempatan yang sama untuk berprestasi sebaik-baiknya
  • Menciptakan aturan yang baik
  • Memecahkan macam-macam masalah
  • Mengoptimalkan sumber daya kelas untuk meningkatkan produktivitas proses pembelajaran


Read More

Pengertian Belajar Menurut Para Ahli : Definisi, Prinsip, Unsur, Faktor, dan Teori Teori Belajar


Pengertian Belajar Menurut Para Ahli : Definisi, Prinsip, Unsur, Faktor, dan Teori Teori Belajar



KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA
BELAJAR ADALAH berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu.

JAMES O. WITTAKER
BELAJAR ADALAH proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.

ROBERT M. GAGNE
BELAJAR ADALAH perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia yang terjadi setelah belajar terus menerus, bukan hanya disebabkan proses pertumbuhan saja.

CRONBACH
BELAJAR ADALAH suatu aktivitas yang ditunjukan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.

HOWARD L. KINGSKEY
BELAJAR ADALAH proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan.

HAROLD SPEARS
BELAJAR ADALAH mengamati, membaca, meniru, mencoba sendiri tentang sesuatu, mendengarkan, mengikuti petunjuk.

DURTON
BELAJAR ADALAH suatu perubahan dalam diri individu sebagai hasil interaksi lingkungannya untuk memenuhi kebutuhan dan menjadikannya lebih mampu melestarikan lingkungan secara memadai.

HILGRAD DAN BOWER
BELAJAR ADALAH memperoleh pengetahuan atau menguasai pengetahuan melalui pengalaman, mengingat, menguasai pengalaman, dan mendapatkan informasi atau menemukan.

SLAMETO
BELAJAR ADALAH suatu proses usaha yang dilakukan untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

HAMALIK
BELAJAR ADALAH suatu proses atau kegiatan dan bukan suatu hasil dan tujuan

DJAMARAH
BELAJAR ADALAH serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif, dan psikomotorik.

PRINSIP PRINSIP BELAJAR

BERDASAR PRASYARAT YANG DIPERLUKAN UNTUK BELAJAR.
Dalam belajar peserta didik diusahakan partisipasi aktif, meningkatkan minat dan membimbing untuk mencapai tujuan intruksional.

SESUAI HAKIKAT BELAJAR.
Belajar adalah proses kontinguitas (hubungan antara pengertian yang lain) sehingga mendapat pengertian yang diharapkan stimulus yang diberikan dapat menimbulkan respon yang diharapkan.

SESUAI MATERI ATAU BAHAN YANG AKAN DIPELAJARI.
Belajar bersifat keseluruhan dan materi itu harus memiliki struktur penyajian yang bisa ditangkap pengertiannya.

SYARAT KEBERHASILAN BELAJAR
Belajar memerlukan sarana yang cukup, sehingga peserta didik dapat belajar dengan tenang.

UNSUR UNSUR BELAJAR (VERSI HAMALIK)

MOTIVASI SISWA
Motivasi adalah dorongan yang menyebabkan terjadi suatu perbuatan atau tindakan tertentu.

BAHAN BELAJAR
Bahan belajar merupakan suatu unsur belajar yang penting mendapat perhatian dari guru.

ALAT BANTU BELAJAR
Alat bantu belajar merupakan semua alat yang dapat digunakan untuk membantu siswa untuk melakukan perbuatan belajar, sehingga kegiatan belajar menjadi lebih efektif dan efisien.

SUASANA BELAJAR
Suasana belajar penting bagi kegiatan belajar. artinya Suasana yang menyenangkan dapat menumbuhkan gairah belajar, suasana yang kacau, ramai, tak tenang, dan banyak gangguan, sudah tentu tidak menunjang kegiatan belajar yang efektif.

KONDISI SUBJEK BELAJAR
Kondisi subjek belajar turut menentukan kegiatan dan keberhasilan belajar. Siswa dapat belajar secara efektif dan efisien apabila berbadan sehat, memiliki intelegensi yang memadai, siap untuk melakukan kegiatan belajar, memiliki bakat khusus, dan pengalaman yang bertalian dengan pelajaran, serta memiliki minat belajar.

UNSUR UNSUR BELAJAR (VERSI RIFA’I DAN ANI)

PEMBELAJAR
Meliputi peserta didik, pembelajar dan warga belajar.

RANGSANGAN (STIMULUS)
sesuatu yang merangsang pengindaraan pembelajar agar mampu belajar optimal.

MEMORI
berisi berbagai kemampuan yang berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dihasilkan dari aktivitas belajar sebelumnya.

RESPON
Tindakan yang dihasilkan dari aktualisasi memori yang diamati pada akhir proses belajar sehingga dapat menghasilkan perubahan prilaku.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR

FAKTOR INTERN
Faktor intern adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar (diri pembelajar), meliputi:

FAKTOR JASMANIAH
Faktor jasmaniah terdiri dari faktor kesehatan dan cacat tubuh. Kesehatan seseorang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajarnya. Proses belajar akan terganggu apabila kesehatan fisiknya dalam keadaan tidak baik.

FAKTOR PSIKOLOGIS
Faktor psikologis yang mempengaruhi belajar yaitu segala sesuatu yang berhubunan dengan kondisi mental seseorang yang meleputi perhatian, minat, bakat, kematangan, daya ingat, dan daya konsentrasi.

FAKTOR KELELAHAN
Faktor kelelahan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu faktor kelelahan jasmani (berhubungan dengan keadaan fisik, misal capek, pusing, pegal-pegal) dan faktor kelelahan rohani (berhubungan dengan psikis, misal stres).

FAKTOR EKSTERN
Faktor ekstern adalah faktor yang berasal dari luar diri individu, meliputi:

FAKTOR LINGKUNGAN KELUARGA
Faktor ini mencakup cara orang tua mendidik anak, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga dan latar belakang kebudayaan.

FAKTOR LINGKUNGAN SEKOLAH
Faktor ini mencakup, guru, kurikulum, relasi guru dengan siswa, disiplin sekolah, pelajaran dan waktu sekollah, sarana dan prasarana, metode belajar dan tugas rumah.

FAKTOR LINGKUNGAN MASYARAKAT
Masyarakat adalah faktor eksternal yang juga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Pengaruh tersebut terjadi karena keberadaan siswa di dalam masyarakat,

TEORI TEORI BELAJAR

TEORI BELAJAR BEHAVIORISME
Manusia sangat dipengaruhi oleh kejadian-kejadian di dalam lingkungannya yang akan memberikan pengalaman-pengalaman belajar. Teori ini menekankan pada apa yang dilihat yaitu tingkah laku.

TEORI BELAJAR KOGNITIF
Belajar adalah pengorganisasian aspek-aspek kognitif dan persepsi untuk memperoleh pemahaman. Teori ini menekankan pada gagasan bahwa bagian suatu situasi saling berhubungan dalam konteks situasi secara keseluruhan.

TEORI BELAJAR HUMANISME
Proses belajar harus dimulai dan ditunjukan untuk kepentingan memanusiakan manusia, yaitu mencapai aktualisasi diri peserta didik yang belajar secara optimal.

TEORI BELAJAR SIBERNETIK
Belajar adalah mengolah informasi (pesan pembelajaran), proses belajar sangat ditentukan oleh sistem informasi.

TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISM
Belajar adalah menyusun pengetahuan dari pengalaman konkret, aktivitas kolaborasi, refleksi serta interpretasi.

TEORI BELAJAR STIMULUS-RESPON (KONEKSIONISME)
Pada hakikatnya belajar merupakan proses pembentukan hubungan antara stimulus dan respon.

Read More

Pengertian Assessment / Penilaian Menurut Para Ahli : Definisi, Fungsi, Tujuan, Landasan, Prinsip, dan Ciri Ciri Assessment Dalam Pendidikan


Pengertian Assessment / Penilaian Menurut Para Ahli : Definisi, Fungsi, Tujuan,  Landasan, Prinsip, dan Ciri Ciri Assessment Dalam Pendidikan



LINN DAN GRONLUND
ASSESSMENT / PENILAIAN ADALAH  umum yang meliputi tentang belajar siswa (observasi, rata-rata pelaksanaan tes tertullis) dan format penilaian kemajuan belajar. Selain itu, asesmen didefinisikan juga sebagai sebuah proses yang ditempuh untuk mendapatkan informasi yang digunakan dalam rangka membuat keputusan-keputusan mengenai para siswa, kurikulum, program-program, dan kebijakan pendidikan, metode atau instrumen pendidikan lainnya oleh suatu badan, lembaga, organisasi atau institusi resmi yang menyelenggarakan suatu aktivitas tertentu.

ANGELO DAN CROOS
ASSESSMENT / PENILAIAN ADALAH sebuah proses yang didesain untuk membantu guru menemukan hal-hal yang telah dipelajari siswa di dalam kelas dan tingkat keberhasilannya dalam pembelajaran.

PROPHAM
ASSESSMENT / PENILAIAN ADALAH usaha formal yang dilakukan untuk menjelaskan status siswa dalam variabel penting pendidikan yang meliputi ranah pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

MILLER, ET AL.
ASSESSMENT / PENILAIAN ADALAH seluruh prosedur untuk mendapatkan informasi tentang status belajar siswa dan membuat keputusan berdasarkan peningkatan hasil belajar siswa.

RIDWAN ABDULLAH SANI
ASSESSMENT / PENILAIAN ADALAH usaha untuk mengumpulkan data yang kemudian diolah untuk pengambilan kebijakan suatu program pendidikan. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru melakukan penilaian dengan mengumpulkan fakta dan dokumen belajar peserta didik untuk melakukan perbaikan perencanaan pembelajaran. Oleh sebab itu, kegiatan penilaian proses dan hasil belajar membutuhkan informasi yang bervariasi dari setiap peserta didik atau kelompok peserta didik. Assessment yang tepat dapat memberikan refleksi peristiwa pembelajaran yang dialami oleh peserta didik.

FUNGSI ASSESSMENT / PENILAIAN (BAGI GURU)

  • Mengetahui kemajuan belajar peserta didik,
  • Mengetahui kedudukan masing-masing individu peserta didik dalam kelompoknya,
  • Mengetahui kelemahan-kelemahan cara belajar-mengajar dalam proses belajar mengajar,
  • memperbaiki proses belajar-mengajar, dan
  • menentukan kelulusan murid.


FUNGSI ASSESSMENT / PENILAIAN (BAGI MURID)

  • Mengetahui kemampuan dan hasil belajar,
  • Memperbaiki cara belajar,
  • Menumbuhkan motivasi belajar.


FUNGSI ASSESSMENT / PENILAIAN (BAGI SEKOLAH)

  • Mengukur mutu hasil pendidikan,
  • Mengetahui kemajuan dan kemunduran sekolah,
  • Membuat keputusan kepada peserta didik,
  • Mengadakan perbaikan kurikulum.


TUJUAN ASSESSMENT / PENILAIAN

  • Mendeskripsikan kecakapan belajar para siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuh;
  • Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, yakni seberapa jauh keefektifannya dalam mengubah tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan;
  • Menentukan tindak lanjut hasil asesmen, yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta strategi pelaksanaannya;
  • Memberikan pertanggungjawaban (accountability) dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Oleh karena itu, penggunaan jenis assessment yang tepat akan menentukan keberhasilan dalam memperoleh informasi yang berkenaan dengan proses pembelajaran.


LANDASAN ASSESSMENT / PENILAIAN

RANAH KOGNITIF (COGNITIVE DOMAIN) menurut Bloom dan kawan-kawan mencakup: Pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), penerapan (application), analisis (analysis), sintesis (synthesis), dan evaluasi (evaluation).

RANAH AFEKTIF (AFFECTIVE DOMAIN) menurut taksonomi Krathwohl, Bloom, dan kawan-kawan meliputi: penerimaan (receiving), partisipasi (responding), penilaian/penentuan sikap (valuing), organisasi (organization), pembentukan pola hidup (characterization by a value or value complex)

RANAH PSIKOMOTORIK (PSYCHOMOTORIC DOMAIN) menurut klasifikasi Simpson mencakup: persepsi (perception), kesiapan (set), gerakan terbimbing (guided response), gerakan yang terbiasa (mechanical response), gerakan yang kompleks (complex response), penyesuaian pola gerakan (adjustment) dan kreativitas (creativity).

PRINSIP ASSESSMENT / PENILAIAN

VALIDITAS
Validitas berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi

RELIABILITAS
Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi (keajegan) hasil penilaian. Penilaian yang reliabel (ajeg) memungkinkan perbandingan yang reliabel dan menjamin konsistensi

MENYELURUH
Penilaian harus dilakukan secara menyeluruh mencakup seluruh domain yang tertuang pada setiap kompetensi dasar. Penilaian harus menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi peserta didik sehingga tergambar profil kompetensi peserta didik

BERKESINAMBUNGAN
Penilaian dilakukan secara terencana, bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran pencapaian kompetensi peserta didik dalam kurun waktu tertentu

OBJEKTIF
Penilaian harus dilakukkan secara objektif. Untuk itu, penilaian harus adil, terencana dan menerapkan kriteria yang jelas dan pemberian skor

MENDIDIK
Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi dan memperbaiki proses pembelajaran bagi guru, meningkatkan kualitas belajar dan membina peserta didik agar tumbuh dan berkembang secara optimal.

PRINSIP ASSESSMENT / PENILAIAN
(Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013)

OBJEKTIF
Berarti penilaian berbasis pada standar dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas penilai;

TERPADU
Berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan;

EKONOMIS
Berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya;

TRANSPARAN
Berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak;

AKUNTABEL
Berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak inter-nal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya;

EDUKATIF
Berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.

CIRI CIRI ASSESSMENT / PENILAIAN

PENILAIAN DILAKUKAN SECARA TIDAK LANGSUNG.
Penilaian ini digunakan untuk mengukur ketercapaian peserta didik dari indikator yang tampak (observable indicator) terhadap mata pelajaran.

MENGGUNAKAN UKURAN KUANTITATIF.
Penilaian pendidikan bersifat kuantitatif, artinya menggunakan simbol bilangan sebagai hasil pertama pengukuran. Setelah itu lalu diinterpretasikan ke bentuk kualitatif. Bentuk kuantitatif ini dapat berupa pengukuran skala ketercapaian peserta didik berdasarkan indikator.


JENIS ASSESSMENT / PENILAIAN

Kuis, isian atau jawaban singkat yang menanyakan hal-hal prinsip;

Pertanyaan lisan, untuk mengukur pemahaman terhadap konsep, prinsip, dan teorema;

Ulangan harian, dilakukan oleh guru secara periodik pada akhir pembelajaran Kompetensi Dasar (KD) tertentu;

Ulangan tengah semester dan akhir semeseter, dilakukan dengan materi yang dinilai dari penggabunan beberapa KD dalam suatu kurun waktu tertentu;

Tugas individu, diberikan dalam waktu-waktu dan kebutuhan tertentu dalam berbagai bentuk, misalnya laporan kegiatan, kliping, makalah, dan sebagainya;

Tugas kelompok, digunakan untuk menilai kompetensi peserta didik dalam bekerja kelompok;

Respons atau ujian praktik, digunakan pada mata pelajaran tertentu yang membutuhkan praktikum, meliputi pra kegiatan untuk mengetahui kesiapan peserta didik, dan pasca kegiatan, untuk mengetahui pencapaian KD tertentu;

Laporan kerja praktik, dilakukaan oleh guru pada mata pelajaran tertentu yang memang membutuhkan praktikum dengan mengamati suatu gejala dan perlu dilaporkan;

Penilaian portofolio, yaitu kumpulan hasil belajar/karya peserta didik (hasil-hasil tes, tugas perseorangan, laporan praktikum dan hasil berwujud benda lainnya). Penilaian berupa proses kemajuannya, baik secara analitik, holistik, atau kombinasi dari keduanya.

TAHAPAN ASSESSMENT / PENILAIAN

TAHAP PERSIAPAN

TAHAP PENGUMPULAN INFORMASI

TAHAP PERTIMBANGAN.


Read More

Pengertian Bahan Ajar Menurut Para Ahli : Karakteristik, Jenis dan Fungsi Bahan Ajar


Pengertian Bahan Ajar Menurut Para Ahli : Karakteristik, Jenis dan Fungsi Bahan Ajar



WIDODO DAN JASMADI
BAHAN AJAR ADALAH seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi atau subkompetensi dengan segala kompleksitasnya.

ALI MUDLOFAR
BAHAN AJAR ADALAH segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis.

NATIONAL CENTRE FOR COMPETENCY BASED TRAINING (2007)
BAHAN AJAR ADALAH segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun tak tertulis.

ANDI PRASTOWO
BAHAN AJAR ADALAH segala bahan (baik informasi, alat, maupun teks) yang disusun secara sistematis, yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai peserta didik dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk perencanaan dan penelaah implementasi pembelajaran. Dari pengertian-pengertian tersebut, media pembelajaran seperti buku, video, program audio, maupun komputer yang berisi tentang pelajaran yang dengan sengaja dirancang secara sistematis, maka bahan-bahan tersebut dinamakan bahan ajar. Namun, jika tidak dirancang sistematis meskipun mengandung materi pelajaran, maka tidak bisa menyebutnya sebagai bahan ajar.


UNSUR-UNSUR BAHAN AJAR

  • PETUNJUK BELAJAR, komponen ini meliputi petunjuk bagi pendidik maupun peserta didik. Didalamnya dijelaskan tentang bagaimana pendidik sebaiknya mengajarkan materi kepada peserta didik dan bagaimana pula peserta didik sebaiknya mempelajari materi yang ada dalam bahan ajar tersebut.
  • KOMPETENSI YANG AKAN DICAPAI, dalam bahan ajar seharusnya dicantumkan standar kompetensi, kompetensi dasar, maupun indikator pencapaian hasil belajar yang harus dikuasai oleh peserta didik. Dengan demikian, jelaslah tujuan yang harus dicapai oleh peserta didik.
  • INFORMASI PENDUKUNG, merupakan berbagai informasi tambahan yang dapat melengkapi suatu bahan ajar. Diharapkan peserta didik akan semakin mudah menguasai pengetahuan yang akan mereka peroleh. Salin itu, pengetahuan yang diperoleh peserta didik akan semakin komprehensif.
  • LATIHAN-LATIHAN, merupakan suatu bentuk tugas yang diberikan kepada peserta didik untuk melatih kemampuan mereka setelah mempelajari bahan ajar. Dengan demikian, kemampuan yang mereka pelajari akan semakin terasah dan terkuasai secara matang.
  • PETUNJUK KERJA ATAU LEMBAR KERJA, merupakan lembaran yang berisi sejumlah langkah prosedural cara pelaksanaan kegiatan tertentu yang dilakukan oleh peserta didik yang berkaitan dengan praktik ataupun yang lainnya.
  • EVALUASI, merupakan salah satu bagian dari proses penilaian. Sebab, dalam komponen evaluasi terdapat sejumlah pertanyaan yang ditujukan kepada peserta didik untuk mengukur seberapa jauh penguasaan



KARAKTERISTIK BAHAN AJAR

Dalam modul yang dikeluarkan oleh Direktorat Guruan Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional tahun 2003, bahan ajar memiliki beberapa karakteristik:

1. SELF INSTRUCTIONAL:  
Adalah bahan ajar dapat membuat siswa mampu membelajarkan diri sendiri dengan bahan ajar yang dikembangkan. Untuk memenuhi karakter self instructional, maka di dalam bahan ajar harus terdapat tujuan yang dirumuskan dengan jelas, baik tujuan akhir maupun tujuan antara. Selain itu, dengan bahan ajar akan memudahkan siswa belajar secara tuntas dengan memberikan materi pembelajaran yang dikemas ke dalam unit-unit atau kegiatan yang lebih spesifik.

2. SELF CONTAINED : 
Adalah seluruh materi pelajaran dari satu unit kompetensi atau subkompetensi yang dipelajari terdapat di dalam satu bahan ajar secara utuh. Jadi sebuah bahan ajar haruslah memuat seluruh bagian-bagiannya dalam satu buku secara utuh untuk memudahkan pembaca mempelajari bahan ajar tersebut.

3. STAND ALONE: 
Adalah bahan ajar yang dikembangkan tidak tergantung pada bahan ajar lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan bahan ajar lain. Artinya sebuah bahan ajar dapat digunakan sendiri tanpa bergantung dengan bahan ajar lain.

4. ADAPTIVE:
Adalah bahan ajar hendaknya memiliki daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. Bahan ajar harus memuat materi-materi yang sekiranya dapat menambah pengetahuan pembaca terkait perkembangan zaman atau lebih khususnya perkembangan ilmu dan teknologi.

5. USER FRIENDLY:
Adalah setiap intruksi dan paparan informasi yang tampil bersifat membantu dan bersahabat dengan pemakainya, termasuk kemudahan pemakai dalam merespon dan mengakses sesuai dengan keinginan. Jadi bahan ajar selayaknya hadir untuk memudahkan pembaca untuk mendapat informasi dengan sejelas-jelasnya.

FUNGSI BAHAN AJAR

1. FUNGSI BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN KLASIKAL, ANTARA LAIN:
  • Sebagai satu-satunya sumber informasi serta pengawas dan pengendali proses pembelajaran (dalam hal ini, siswa bersifat pasif dan belajar sesuai kecepatan siswa dalam belajar).
  • Sebagai bahan pendukung proses pembelajaran yang diselenggarakan.

2. FUNGSI BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN INDIVIDUAL, ANTARA LAIN :
  • Sebagai media utama dalam proses pembelajaran.
  • Sebagai alat yang digunakan untuk menyusun dan mengawasi proses peserta didik dalam memperoleh informasi.
  • Sebagai penunjang media pembelajaran individual lainnya.

3. FUNGSI BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN KELOMPOK, ANTARA LAIN:
  • Sebagai bahan yang terintegrasi dengan proses belajar kelompok, dengan cara memberikan informasi tentang latar belakan materi, onformasi tentang peran orang-orang yang terlibat dalam pembelajaran kelompok, serta petunjuk tentang proses pembelajaran kelompoknya sendiri.
  • Sebagai bahan pendukung bahan belajar utama, dan apabila dirancang sedemikian rupa, maka dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

  
JENIS- JENIS BAHAN AJAR

  • BAHAN CETAK, merupakan sejumlah bahan yang telah disiapkan dalam bentuk kertas untuk keperluan pembelajaran atau untuk menyampaikan sebuah informasi. Misalnya buku, modul, handout, lembar kerja siswa, brosur, foto atau gambar, dan lain-lain.
  • BAHAN AJAR DENGAR ATAU PROGRAM AUDIO, merupakan sistem pembelajaran yang menggunakan sinyal radio secara langsung, yang mana dapat dimainkan atau didengarkan oleh seseorang atau sekelompok orang. Contohnya kaset, radio, Compact disk audio.
  • BAHAN AJAR PANDANG DENGAR (AUDIOVISUAL), merupakan kombinasi sinyal audio dengan gambar bergerak secara sekuensial. Misalnya film, video compact disk.
  • BAHAN AJAR INTERAKTIF, yakni kombinasi dari dua atau lebih media (audio, teks, grafik, gambar, animasi, dan video) yang kemudian dimanipulasi oleh penggunanya atau diberi perlakuan untuk mengendalikan suatu perintah atau perilaku alami dari suatu presentasi. Contohnya compact disk interactive.




Read More

Pengertian Akreditasi Menurut Para Ahli : Definisi, Tujuan, Prinsip, Dan Komponen Akreditasi Sekolah

Pengertian Akreditasi Menurut Para Ahli : Definisi, Tujuan, Prinsip, Dan Komponen Akreditasi Sekolah



KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA
AKREDITASI ADALAH pengakuan terhadap lembaga pendidikan yang diberikan oleh badan yang berwenang setelah dinilai bahwa lembaga itu memenuhi syarat kebakuan atau kriteria tertentu.

JAMAL MA'MUR ASMANI
AKREDITASI ADALAH proses penilaian dengan indikator tertentu berbasis fakta.

BUKU PEDOMAN AKREDITASI SEKOLAH / MADRASAH
AKREDITASI ADALAH sebagai suatu proses penilaian kualifikasi dengan menggunakan kriteria baku mutu yang ditetapkan dan bersifat terbuka.  

ANWAR ARIFIN
AKREDITASI ADALAH suatu proses penilaian kualitas dengan menggunakan kriteria baku mutu yang ditetapkan dan bersifat terbuka. Dalam konteks akreditasi sekolah dapat diberikan pengertian sebagai suatu kegiatan penilaian kelayakan suatu suatu sekolah berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh Badan Akreditasi Sekolah yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk pengakuan peringkat kelayakan

SUHARSIMI ARIKUNTO (1988)
AKREDITASI ADALAH suatu penilaian yang dilkukan oleh pemerintah terhadap sekolah swasta untuk menentukan peringkat pengakuan pemerintah terhadap sekolah tersebut. (Akan tetapi kebijakan tersebut sekarang ini mulai dilaksanakan terhadap sekolah-sekolah secara keseluruhan baik negeri maupun swasta).


RUMUS PERINGKAT AKREDITASI
  • Terakreditasi dengan peringkat A (Amat Baik) diberikan kepada sekolah yang memperoleh jumlah nilai rata-rata antara 85,01-100.
  • Terakreditasi dengan peringkat B (Baik) diberikan kepada sekolah yang memperoleh jumlah nilai rata-rata antara 70,01-85,00.
  • Terakreditasi dengan peringkat C (Cukup) diberikan kepada sekolah yang memperoleh jumlah nilai rata-rata antara 55,01-70,00.
  • Bagi sekolah yang hasil akreditasinya kurang dari 55 dinyatakan tidak terakreditasi.26



FUNGSI AKREDITASI SEKOLAH
  • PERLINDUNGAN MASYARAKAT (QUALITY ASSURANCE) Maksudnya agar masyarakat memperoleh jaminan tentang kualitas pendidikan sekolah yang akan dipilihnya sehingga terhindar dari adanya praktek yang tidak bertanggungjawab.
  • PENGENDALIAN MUTU (QUALITY CONTROL) Maksudnya agar sekolah mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya, sehingga dapat menyusun perencanaan pengembangan secara berkesinambungan.
  • PENGEMBANGAN MUTU (QUALITY IMPROVEMENT) Maksudnya agar sekolah merasa terdorong dan tertantang untuk selalu mengembangkan dan mempertahankan kualitasnya serta berupaya menyempurnakan dari berbagai kekurangannya.


TUJUAN UMUM AKREDITASI SEKOLAH

Di Indonesia akreditasi dilakukan dengan TUJUAN sebagai berikut:
  • Mendapatkan bahan-bahan bagi usaha-usaha perencanaan pemberian bantuan dalam rangka pembinaan sekolah yang bersangkutan.
  • Mendorong dan menjaga agar mutu pendidikan sesuai dengan ketentuan kurikulum yang berlaku.
  • Mendorong dan menjaga mutu tenaga kependidikan.
  • Mendorong tersedianya prasarana atau sarana pendidikan yang baik.
  • Mendorong terciptanya dan menjaga terpeliharanya ketahanan sekolah dalam pengembangan sekolah sebagai pusat kebudayaan.
  • Melindungi masyarakat dari usaha pendidikan yang kurang bertanggung jawab.
  • Memberikan informasi kepada masyarakat tentang mutu pendidikan suatu sekolah.
  • Memudahkan pengaturan perpindahan siswa dari sekolah ke satu ke sekolah yang lain.


PRINSIP-PRINSIP AKREDITASI SEKOLAH

·         Objektif,
·         Komprehensif,
·         Adil,
·         Transparan,
·         Akuntabel, dan
·         Profesional.

KOMPONEN-KOMPONEN YANG DIEVALUASI DALAM AKREDITASI

·         Standar Isi,
·         Standar Proses,
·         Standar Kompetensi Lulusan,
·         Standar Pendidikan Dan Tenaga Kependidikan,
·         Standar Sarana Dan Prasarana,
·         Standar Pengelolaan,
·         Standar Pembiayaan,
·         Standar Penilaian Pendidikan

Read More